Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam novel


UNSUR-UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL

Yaitu unsur yang membangun karya sastra dari dalam, diantaranya:
•Tema
•Penokohan
•Alur
•Sudut pandang
•Gaya bahasa
•Latar atau setting
•Amanat

1. Tema
Tema adalah pokok permasalahan yang ada dalam sebuah cerita.

2. Penokohan
Penokohan adalah pemberian watak atau karakter pada masing-masing pelaku dalam sebuah cerita. Pelaku bisa diketahu karakternya dari cara bertindak, ciri fisik, lingkungan tempat tinggal.
3. Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita.
Alur dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.
4. Sudut pandang

Menurut Harry Show (1972 : 293), sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Pengarang menggunakan sudut pandang took dan kata ganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri.

2. Pengarang menggunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlihat di dalam cerita pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga.

3. Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali berdiri di luar cerita, ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh.


5. Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah alat utama pengarang untuk melukiskan, menggambarkan, dan menghidupkan cerita secara estetika.

Macam-macam gaya  bahasa:

a. personifikasi: gaya bahasa ini mendeskripsikan benda-benda mati dengan cara memberikan sifat -sifat seperti manusia.

b. simile (perumpamaan): gaya bahasa ini mendeskripsikan sesuatu dengan penibaratan.

c. hiperbola: gaya bahasa ini mendeskripsikan sesuatu dengan cara berlebihan dengan maksud memberikan efek berlebihan.

6. Latar atau setting
Latar atau setting adalah penggambaran terjadinya peristiwa dalam sebuah cerita meliputi tempat, waktu, sosial budaya, dan keadaan lingkungan.

7. Amanat
Amanat adalah pesan yang disampaikan dalam cerita.

UNSUR-UNSUR EKSTRINSIK DALAM NOVEL

Ialah unsur yang membangun karya sastra dari luar.
Diantaranya adalah kapan karya sastra itu dibuat, latar belakang kehidupan pengarang, latar belakang sosial pengarang, latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang dan sebagainya.

TIPS PEMBACAAN NOVEL

1.Pembaca yang membacakan novel perlu menghidupkan watak-watak tokoh dalam cerita itu dengan suasana, mimik, dan gerak yang sesuai.

2.Pembaca yang menyatakan bacaan itu dengan suara-suara khas untuk membedakan watak atau karakter dari masing-masing tokoh.

3.Pembaca perlu memiliki kecepatan pandang yang tinggi serta arah pandangan yang luas dan menyerah.

4.Pembaca harus dapat mengelompokkan kata-kata dengan baik dan tepat agar jelas maknanya bagi para pendengar.


Tokoh Sastrawan Indonesia angkatan 45

Tokoh Sastrawan Indonesia angkatan 45

Tokoh Sastrawan Indonesia angkatan 45 - Tokoh Sastrawan Indonesia angkatan 45
Tokoh tentang sastrawan angkatan 45 , dan cara pembuatan Tokoh Sastrawan Indonesia angkatan 45 Sebagai berikut : Semoga bisa membantu kalian dalam menyelesaikan tugas ....

BAB I
PENGANTAR


Kesusastraan Indonesia modern lahir pada sekitar tahun 1920. Pada ketika itulah para pemuda Indonesia untuk pertama kali mulai menyatakan perasaan dan ide yang pada dasarnya berbeda daripada perasaan dan ide yang terdapat dalam masyarakat setempat yang tradisional dan mulai berbuat demikian dalam bentuk-bentuk sastra yang pada pokoknya menyimpan dari bentuk-bentuk sastra Melayu, Jawa dan sastra lainnya yang lebih tua baik lisan maupun tulisan.
Pernah pula dikemukakan bahwa penuli-penulis dari angkatan sebelum angkatan 1945 (atau lebih tepat tahun 1942) juga masih belum merupakan pencipta kesusastraan Indonesia yang modern sesungguhnya.
Banyak terdapat alasan untuk menganggap tahun 1942 dan bukan tahun 1945 sebagai tahun pemisah yang penting dan sebagai titik permulaan suatu zaman baru dalam sejarah Indonesia modern. RI lahir pada 17 Agustus 1945. Walaupun demikian, peristiwa-peristiwa tahun 1945 merupakan akibat yang wajar dan tak lain dari peristiwa yang berlaku pada tahun sebelumnya; baik dari segi politik maupun dari segi semangat terdapat suatu kelanjutan, bukan pemisah pada tahun 1945 itu. Revolusi Indonesia sesungguhnya bermula pada tahun 1942. Perubahan radikal yang diakibatkan oleh runtuhnya kolonial Belanda. Bergantinya penaklukan Barat dengan kekuasaan Asia, oleh kebangkitan rasa yakin dan insaf akan diri-sendiri yang timbul dengan tiba-tiba dan oleh kesadaran bahwa Negara ini merupakan bagian yang penting.
Disbanding dengan angkatan tahun 1945 yang merupakan perubahan dari revolusi yang tak nyata kepada revolusi yang nyata, ciri pokok perubahan tahun 1942 dapat digambarkan dengan jelas dan meyakinkan dibidang bahasa dan kesusastraan. Sampai tahun 1942 bahasa Belanda jelas merupakan bahasa utama, bukan saja dalam lapangan politik dan pentadbiran, tetapi juga dilapangan kebudayaan dan kemasyarakatan.
 
BAB II
PEMBAHASAN


A.    Kesusastraan Angkatan 45
Setelah masuknya kekuasaan Asia, Jepang segera menghapus bahasa Belanda sebagai bahasa resmi, dan melarang penggunaannya dikalangan masyarakat umum. Tidak ada bahasa lain melainkan bahasa Indonesia yang dapat mengambil tempat bahasa Belanda. Karena itu pada tahun 1942 atau awal tahun 1943 ini mendapatkan perubahan yang sebenarnya, suatu revolusi yang lebih besar daripada proklamasi bahasa Indonesia sebagai bahasa kebangsaan yang resmi dalam undang-undang dasar sementara RI tahun 1945. Jepang mendirikan pusat kebudayaan, Keimin Bunka Syidosyo, yang digunakan untuk mengorganisasikan seniman Indonesia.
Suatu ciri khusus tentang kesan itu ialah berhentinya penerbitan majalah Pujangga Baru dan Pujangga Baru itu sendiri sebagai suatu angkatan. Seperti Armijn Pane dan para penulis penting lainnya karana peralihan bahasa tersebut.
Suatu ciri menyolok ialah bahwa beberapa penulis angkatan sesudah perang menerbitkan buku-buku yang mengadung kumpulan karya dari zaman yang bermula dengan tahun 1942 atau 1943 dan berakhir beberapa tahun setelah proklamasi kemerdekaan: Amal Hamzah, Idrus, Umar Ismail. Zaman ini merupakan kesatuan dari segi semangat, walaupun dari segi gaya karangan karya mereka memperlihatkan semacam perkembangan. Idrus yang dianggap sebagai penganjur besar pada prosa zaman revolusi, pada zaman Jepang, menulis dua drama. Chairil Anwar sendiri yang merupakan pelopor utama angkatan 45, yaitu generasi tahun kemerdekaaan, mengubah lebih dari sepuluh sajak-sajak asliya sebelum 17 agustus 1945. Jassin dengan antologinya yaitu Gema Tanah Air (1948) yang menentukan suatu jangka masa mengumpulkan prosa dan puisi dari zaman antara tahun 1942-48. Pada keseluruhan, tiada diragukan lagi bahwa revolusi jiwa di Indonesia juga gerakan kesusastraan baru yang berhubungan rapat dengan itu bermula pada tahun 1942.
Istilah angkatan 45 itu pertama kali digunakan oleh Rosihan Anwar dalam majalah Siasat yang bertanggal 9 Januari 1949.
dibicarakan melalui organisasi yang agak resmi sifatnya republik dan mengadakan kongres-kongres. Pertama diantaranya ialah Kongres Kebudayaan di Magelang diadakan pada tahun 1948 oleh pihak yang berkuasa di Republik.
.Landasan yang digunakan adalah humanisme universal yang dirumuskan HB Jassin dalam Suat kepercayaan Gelanggang. Jadi angkatan 45 merupakan gerakan pembaharuan dalam bidang sastra Indonesia, dengan meninggalkan cara-cara lama dan menggantikannya dengan yang lebih bebas, lebih lugas tanpa meninggalkan nilai-nilai sastra yang telah menjadi kaidah dalam penciptaan sastra.
Diantara mereka yang lazim digolongkan sebagai pelopornya adalah Chairil Anwar, Asrul Sani, Rivai Apin, Idrus, Pramudya, Usmar Ismail dsb. Nmaun sesungguhnya, tidak hanya itu saja saja alasan untuk memasukkan mereka kedalam angkatan yang lebih baru dari Pujanga Baru. Jelasnya, terlihat sekali pada karya-karya Chairil dimana ia telah membebaskan diri dari kaidah-kaidah tradisional kita dalam bersajak.
B.     Tokoh-Tokoh Angkatan 45
1.      Chairil Anwar
Sanjak-sanjak chairil sekali lagi merupakan sumber inspirasi revolusioner. Bagi kebanyakan orang muda sanjak-sanjak chairl anwar ternyata merupakan alat untuk menemukan diri sendiri. Chairil anwar mencapai kedudukannya bukan saja karena puisi, tetapi juga karena keperibadiannya, kesatuan manusia dan penyair, keselarasan antara kehidupan dengan kesan-kesan yang ditinggalkan oleh sanjak-sanjaknya. Ciri umun yang terdapat pada puisi iyalah intensifannya, keratikan akan hidup dengan cara amat drama radikal dalam segala bentuk dan seginya.
Baris-baris sanjak yang sering dipetik untuk membayangkan corak penyair-penyair ini dipetik dari sanjak aku dalam salah sebuah serta kumpulan sanjak, dan sanjak semagat dalam kumpulan lainnya. Dalam baris-baris itu dia membandingkan dirinya dengan binatang jalang yang terbuang
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Sebuah sanjak yang disatu pihak menyatakan rasa sepi yang pedih, tetapi dipihak lain pula rasa gairah terhadap hidup yang tak tertindas:
Aku mau hidup seribu tahun lagi.
Dari segi badaniah, dia tidak dianugrahi seribu tahun itu, malah sepuluh tahun pun tidak. Ternyata dia sadar tentang hal itu sebagaimana yang jelas kelihatan pada sanjk terakhir dalam kumpulan Jang terampas dan Jang putu, yang menurut jasin ditulis pada tahun 1949, dan memperlihatkan alamat datangnya kematian:
Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam,
Ada beberapa ditingkat merapuh,
Dipukul angin yang terpendam,
Aku sekarang orangnya bisa tahan,
Sudah beberapa waktu bukan kanak lagi,
Tapi dulu memang adasuatu bahan,
Yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan,
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah,
Dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan,
Sebelumpada akhirnya kita menyerah.
Unsur yang tidak kurang membayangkan sifat pengarangnya jika dibandingkan dengan sanjak aku yang merupakan sanjak pertama dalam kumpulan Deru Tjampur Debu. Jusru inilah yang membuktikan bahwa yang istimewa dalam puisinya bukanlah apa yang dikatakan, melainkan bagaimana dia mengatakannya, dan mengandung suatu unsure yang baru. Cirri khusus itu bukannya oleh karna tema atau:
Hidup hanya menunda kekalahan.
Merupakan suatu baris sanjak yang tak kurang dan meninggalkan kesan yang dipetik dari sanjak aku  merupakan puisi murni, dan member kesaksian tentang keahlian sebagai penyair yang sempurna. Dia menggunakan kata-kata sedemikian rupa sehingga kata-kata itu menjadi kata-kata baru yang dirangkai sedemikian rupa sehingga memperkuat tenaga pengucapan. Dia telah menggunakan tenaga bahasa indinesia dari segi morfologinya; umpamanya kata terbitan meninggi, dari kata tinggi, dari kata sifat yang statis kepada kata kerja yang dinamis.
Sejak Chairil Anwar maka mulailah bahasa Indonesia berkembang menurut pola yang digunakannya; baik unsure baru maupun unsure lama. Chairil Anwar juga tidak menghindari penggunaan sajak yang tradisional. Bukan saja konsonannya yang bersajak turunan volak e-a tiga kali berulang-ulang itu mengandung arti.
2.   Idru
Idrus sering dianggap sebagai pembaharu prosa disamping disamping Chairil Anwar sebagai pembaharu puisi Indonesia. Memilih kenyataan yang kejam, kasar, hal-hal yang menyinggung dan kata-kata yang dikemukakan kepada para pembaca dengan cara yang agak menantang, sifat terus-terang menurut Idrus, merupakan norma dan nilai karangan prosanya. Selain itu penggunaan kata-kata Belanda, digunakan dengan tidak segan-segan malah digemarinya. Sebuah peristiwa bulan November 1945. Pada bulan itu terjadi pertempuran yang sengit antara orang Indonesia dengan orang Inggris disekitar kota itu, dimana sesungguhnya orang Indonesia menderita tapi jangka panjangnya dianggap suatu kemenangan oleh karana pertempuran itu memperteguh kembali harga diri bangsa Indonesia dan mendorong memperteguh angkatan senjata. Oleh Idrus itu bukan suatu epik keperwiraan yang terbayang dalam ceritanya itu ialah kepicikan manusia, sikap mementingkan diri sendiri, kejamnya peristiwa dan akibatnya terhadap manusia biasa. Karna hal ini dia diserang karena bersikap anti-nasionalis merusak revolusi dengan karyanya itu.
3.      Paramudya Ananta Tur
Banyak persamaan antara dia dengan para anggota Angkatan 45. Penulis prosa yang terpenting dalam zamannya itu, bukan saja karena luasnya lapangan yang diliputi oleh semua karnya kereatifnya. Karya-karyanya terasa seperti riwayat hidupnya bikan fiksi. Karya pertamanya berjudul Ditepi Kali Bekasi yang dirampas oleh Nefis. Salah satu dari ceritanya yang paling menarik ialah Kemelut, yang mengisahkan kemalangankereta api yang hebat di Purwokerto. Pengarangnya mengalami peristiwa ini. Karena sifat kepedihannya yang menyayat hati, maka cerita ini berhasil meninggalkan kesan yang mendalam ketika karya itu diterbitkan dalam majalah Indonesia pada waktu itu hampir sama terjemahannya dalam bahasa Belanda terbit dalam majalah Orientatie.
4.      Sitor Situmorang
Sitor Situmorang tahun 1950-an itu tetap merupakan seorang tokoh yang memikat, seorang penulis yang kompeten dan lincah dalam banyak lapangan, yang menguasai bahasa Indonesia dengan cara yang luar biasa. Pada tahun 1945 dia menyelenggarakan surat kabar setempat di Tarutung, tahun 1947 dia menjadi ketua redaksi Waspada di Medan. Sitor sebagai pengarang esai, dalam sajak duka yang di persembahkan kepada Chairil Anwar, pandangannya dikemukakan dengan kata-kata yang menyatakan tidakkah dapat jalan kembali;
Manakah lebih sedih?
Nenek terhuyung tersenyum
Atau petualangan mati muda
Mengumur duka telah dinujum.
Pendekatan puisinya menggunakan gaya karangan pantun. Sanjak yang Berjudul Wadjah tak benama sajak cinta yang bersifat erotik, tetapi dalam hal sajak-sajak ini juga cinta dan kebahagiaan hanya merupakan gejala yang tak kekal, nada utama adalah kesunyian, tidak ada pengertian anata pengasih dengan orang yang dikasihi, antara ayah dengan anak, antara manusia dengan manisia. Permulaan sanjaknya yang berjudul Condition memperhatikan cara pengarangnya bergelut dengan bahasa:
Kami telah berharap dengan kehangatan tunas
di musim hujan, dan bila kami kecewa seperti
anak, tidak pun karena kebohongan lagi, hanya
karena ketidakamanan kata perumusan ingin
berhubungan dalam balutan pengertian…………
Kumpulan sanjak ini pada keseluruhan tampak melahirkan percobaan pengarangnya untuk melepaskan diri dari ikatan intelek yang menekan.
Sitor juga pernah menulis beberapa drama, diterbitkan dalam buku yang berjudul Djalan Mutiara, berlatar belakang pesisir Danau Toba, berlatar belakang Jakarta dan satulagi Muang Thai. Muang Thai berjudul Pertahanan Trachir penerimaan hukuman mati oleh oleh seorang ahli politik yang tak berdosa yang tidak tunduk kepada kebiasaan, Rosihan Anwar dan Sujatmoko telah mengemukakan keritik terhadap karya sastra Sitor yang berjudul Djalan Mutiara.
5.      Utuy Tatang Sontani
Dia tidak pernah menolak latar belakang Sundanya; kata-kaka Sunda merupakan hal yang biasa dalam karya-karyanya, ia memperlihatkan minat yang hidup terhadap kesusastraan tradisional Sunda. Umpamanya dia telah menghasilkan dua karya saduran dari cerita Sangkuriang kedalam bahasa Indonesia, yang pertama dalam bentuk drama prosa (1953).
6.      Mochtar Lubis
Dia mempunyai tenaga bekerja, kebebasan dan keberanian moral yang amat besar; dia memperoleh pengakuan sebagai wartawan waktu sebagai ketua pengarang surat kabar bebas Indonesia Raya, dia berani menentang konsepsi-konsepsi politik Sukarno dengan garang, hingga mengakibatkan dia ditahan di rumah dan dalam penjara antara tahun 1956 hingga 1965. Kisah-kisah kunjungan yang bersifat kewarganegaraan yang sebagaian dikumpulkan dalam buku-buku tersendiri merupakan bahan bacaan yang baik. Hal ini bukan saja karena fakta-fakta yang dikandungnya, tapi juga karena cara penyampaiannya yang menarik, dank arena anekdot dan kisah yang digunakannya untuk membumbui laporan itu. Beberapa karyanya yang lebih panjang yang disebut roman telah dihasilkannya, meskipun dua diaantaranya agak pendek menurut ukuran roman Barat. Cirita pendeknya yang dikumpulkan dalam dua buah buku Si Djamal dan Perempuan. Dengan unsure lelucon yang jeas yang bersifat Indonesia dan juga oleh sikap tak tersangkut oleh pengarang.
Prosa pertama ialah Tak Ada Esok kisah ini menceritakan kisah grilya biasa yang pada hakikatnya menceritakan kehidupan orang Indonesia. Roman setelah itu Djalan Tak Ada Ujung. Ceritanya yang bersifat kewartawanan daripada sastra namun teres-terang yang menyalurkan fakta-fakta bersahaja sehinga berkesan dan karyanya yang cenrung moralise dan sensasionalisme.  
7.      Trisno Sumardjo
Dia memerankan peranan yang kecil pada tahun-tahun awal sesudah perang, meskipun namanya muncul sebagai anggota redaksi beberapa majalah sastra. Selain menjadi seniman yang kereatif dia juga giat sebagai penerjemah tidak kurang dari tujuh buah drama Shakespeare yang diterjemahkan.
Hasil tulisanya ditemukan dalam kumpulan kata hati dan perbuatan yang memuat dari tahun 1946-1950: lima buah cerita pendek, dua buah drama pendek dan beberapa sajak. Karyanya tidak matang dan tidak menarik bila dibandingkan dengan karya pengarang yang sezamannya seperti Idrus.
8.      Asrul Sani
Lahir di Sumatra Barat, 10 Juni 1926, dan meninggal di Jakarta, 11 Januari 2004. Kiprahnya sangat besar pada dunia film Indonesia. Banyak menerjemahkan karya sastrawan dunia seperti: Vercors, Antoine de St-Exupery, Ricard Boleslavsky, Yasunari Kawabata, Willem Elschot, Maria Dermount, Jean Paul Sartre, William Shakespeare, Rabindranath Tagore, dan Nicolai Gogol.
9.      Rivai Apin
Lahir di Padang Panjang pada 30 Agustus 1927, dan wafat di Jakarta, April 1995. Pernah menjadi redaktur Gema Suasana, Siasat, Zenith, dan Zaman Baru. Keterlibatannya dalam Lekra menyebabkan dia ditahan dan baru dibebaskan tahun 1979.


BAB III
PENUTUP

Simpulan
Karya Angkatan 45 memiliki kedekatan yang intim dengan realitas politik. Ini sangat berbeda dengan Angkatan Pujangga Baru yang cenderung romantik-idealistik. Lahir dalam lingkungan yang sangat keras dan memprihatinkan Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik.
Rosihan Anwar dalam sebuah tulisannya dimajalah Siasat tanggal 9 Januari 1949, memberikan nama angkatan 45 bagi pengarang-pngarang yang muncul pada tahun 1940-an. Yakni sekitar penjajahan Jepang, zaman Proklamasi dan berikutnya.
Diantara mereka yang lazim digolongkan sebagai pelopornya adalah Chairil Anwar, Asrul Sani, Rivai Apin, Idrus, Pramudya, Usmar Ismail dsb. Namun sesungguhnya, tidak hanya itu saja saja alasan untuk memasukkan mereka kedalam angkatan yang lebih baru dari Pujanga Baru. Jelasnya, terlihat sekali pada karya-karya Chairil dimana ia telah membebaskan diri dari kaidah-kaidah tradisional kita dalam bersajak.
Lebih dari itu, “jiwa” yang terkandung dalam sajak-sajaknya terasa adanya semacam pemberontakan. Kendatipun demikian tak lepas dari pilihan kata-kata yang jitu, yang mengena, sehingga terasa sekali daya tusuknya.
Dibidang Prosa, Idrus dianggap sebagai pendobraknya dan sebagai pelanjut dari Pujangga Baru, bersama kawan-kawannya ia berkumpul dalam Angkatan 45. Landasan yang digunakan adalah humanisme universal yang dirumuskan HB Jassin dalam Suat kepercayaan Gelanggang. Jadi angkatan 45 merupakan gerakan pembaharuan dalam bidang sastra Indonesia, dengan meninggalkan cara-cara lama dan menggantikannya dengan yang lebih bebas, lebih lugas tanpa meninggalkan nilai-nilai sastra yang telah menjadi kaidah dalam penciptaan sastra.

Resensi Novel Sang Pemimpi lengkap

Resensi Novel Sang Pemimpi lengkap

RESENSI NOVEL “SANG PEMIMPI”

1. Identitas Buku

Judul : Sang Pemimpi

Penulis : Andrea Hirata

Penerbit : PT Bentang Pustaka

Halaman : x + 292 Halaman

Cetakan : ke-14, januari 2008

ISBN: 979-3062-92-4

2. Pratinjau

Luar biasa. Begitulah kesan yang tersirat setelah membaca buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini. Bagaimana tidak? Alur cerita dan gaya bahasa yang disuguhkannya mampu dikemas begitu apik dari awal hingga akhir. Ditinjau dari segi intrinsiknya, novel ini bisa dibilang hampir tanpa cela. Sebab di setiap peristiwa, Andrea dengan cerdas menggambarkan karakteristik dan deskripsi yang begitu kuat pada tiap karakternya. Sehingga pembaca bisa dengan mudah menafsirkan arah jalan ceritanya. Bahasanya pun sangat memikat, dengan dibumbui ragam kekayaan bahasa dan imajinasi yang luas. Novel ini memiliki kekayaan bahasa sekaligus keteraturan berbahasa Indonesia. Dimulai dari istilah- istilah saintifik, humor metaforis, hingga dialek dan sastra melayu bertebaran di sepanjang halaman. Mulanya, cerita ini lebih bernuansa komikal dengan latar kenakalan remaja pada umumnya. Canda tawa khas siswa SMA sangat kental. Namun lebih dalam menjelajahi setiap makna kata demi kata, terasalah begitu kuat karakter yang muncul di tiap-tiap tokohnya. Terlebih saat Andrea membawa kita ke dalam kenyataan hidup yang harus dihadapi tokoh Ikal yang mimpinya seakan sudah mencapai titik kemustahilan, dan dengan sensasi filosofis Andrea kembali membangkitkan obor semangat meraih mimpi dan menekankan begitu besarnya kekuatan mimpi Ikal yang akhirnya dapat mengantarkannya ke Sorbonne, kota impiannya.

Selain menggambarkan betapa superpower-nya kekuatan mimpi, pada novel ini Andrea juga mencitrakan kebijaksanaan seorang ayah yang begitu besar. Pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya di tengah keterbatasan hidup menjadikan semangat tak terbeli bagi Ikal dan Arai dalam menggapai impiannya. Disinilah cerita mulai berevolusi menjadi balada yang begitu mengharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang begitu kolosal dan sarat akan pesan-pesan moril.

Angkat topi untuk Andrea Hirata yang telah berhasil membuat suguhan kisah yang kental dengan budaya melayu namun sangat cerdas dan saintifik. Tak hanya bisa membuat seseorang kembali membangun mimpi- mimpinya, novel ini juga bisa menambah rasa hormat kita kepada sang ayah dan mencintainya dengan tulus meskipun di tengah kondisi yang sangat terbatas.

Tema

Tema yang tersirat dalam novel Sang Pemimpi ini tak lain adalah “persahabatan dan perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi atau pengharapan”. Hal itu dapat dibuktikan dari penceritaan per kalimatnya dimana penulis berusaha menggambarkan begitu besarnya kekuatan mimpi sehingga dapat membawa seseorang menerjang kerasnya kehidupan dan batas kemustahilan.

Latar

Tempat : Di Pulau Magai Balitong, los pasar dan dermaga pelabuhan, di gedung bioskop, di sekolah SMA Negeri Bukan Main, terminal Bogor, dan Pulau Kalimantan.

Waktu : Yang digunakan pagi, siang, sore, dan malam.

Latar nuansanya : lebih berbau melayu dan gejolak remaja yang diselimuti impian-impian.

Penokohan dan Perwatakan

Ikal : baik hati, optimistis, pantang menyerah, penyuka Bang Rhoma.
Arai : pintar, penuh inspirasi/ide baru, gigih, rajin, pantang menyerah.
Jimbron : polos, gagap bicara, baik, sangat antusias padakuda Pak Balia : baik, bijaksana, pintar Pak Mustar : galak, pemarah, berjiwa keras Ibu Ikal: baik, penuh kasih sayang Ayah Ikal : pendiam, sabar, penuh kasih sayang, bijaksana. Dan tokoh lain Mahader, A Kiun, Pak Cik Basman, Taikong Hanim, Capo, Bang Zaitun, Pendeta Geovanny, Mak cik dan Laksmi adalah tokoh pendukung dalam novel ini.

Alur

Dalam novel ini menggunakan alur gabungan (alur maju dan mundur). Alur maju ketika pengarang menceritakan dari mulai kecil sampai dewasa dan alur mundur ketika menceritakan peristiwa waktu kecil pada saat sekarang/dewasa.

Gaya Penulisan

Gaya penceritaan novel ini sangat sempurna. Yaitu kecerdasan kata-kata dan kelembutan bahasa puitis berpadu tanpa ada unsur repetitif yang membosankan. Setiap katanya mengandung kekayaan bahasa sekaligus makna apik dibalik tiap-tiap katanya. Selain itu, Novel ini ditulis dengan gaya realis bertabur metafora, penyampaian cerita yang cerdas dan menyentuh, penuh inspirasi dan imajinasi. Komikal dan banyak mengandung letupan intelegensi yang kuat sehingga pembaca tanpa disadari masuk dalam kisah dan karakter-karakter yang ada dalam novel Sang Pemimpi.

Amanat

Amanat yang disampaikan dalam Sang Pemimpi ini adalah jangan berhenti bermimpi. Hal itu sangat jelas pada tiap-tiap subbabnya. Yang pada prinsipnya manusia tidak akan pernah bias untuk lepas dari sebuah mimpi dan keinginan besar dalam hidupnya. Hal itu secara jelas digambarkan penulis dalam novel ini dengan maksud memberikan titik terang kepada manusia yang mempunyai mimpi besar namun terganjal oleh segala keterbatasan.

Sudut Pandang

Sudut pandang novel ini yaitu “orang pertama” (akuan). Dimana penulis memposisikan dirinya sebagai tokoh Ikal dalam cerita.

2) Unsur Ekstrinsik

Nilai Moral

Nilai moral pada novel ini sangat kental. Sifat-sifat yang tergambar menunjukkan rasa humanis yang terang dalam diri seorang remaja tanggung dalam menyikapi kerasnya kehidupan. Di sini, tokoh utama digambarkan sebagai sosok remaja yang mempunyai perangai yang baik dan rasa setia kawan yang tinggi.

Nilai Sosial

Ditinjau dari nilai sosialnya, novel ini begitu kaya akan nilai sosial. Hal itu dibuktikan rasa setia kawan yang begitu tinggi antara tokoh Ikal, Arai, dan Jimbron. Masing-masing saling mendukung dan membantu antara satu dengan yang lain dalam mewujudkan impian-impian mereka sekalipun hampir mencapai batas kemustahilan. Dengan didasari rasa gotong royong yang tinggi sebagai orang Belitong, dalam keadaan kekurangan pun masih dapat saling membantu satu sama lain.

Nilai Adat istiadat

Nilai adat di sini juga begitu kental terasa. Adat kebiasaan pada sekolah tradisional yang masih mengharuskan siswanya mencium tangan kepada gurunya, ataupun mata pencaharian warga yang sangat keras dan kasar yaitu sebagai kuli tambang timah tergambar jelas di novel ini. Sehingga menambah khazanah budaya yang lebih Indonesia.

Nilai Agama

Nilai agama pada novel ini juga secara jelas tergambar. Terutama pada bagian-bagian dimana ketiga tokoh ini belajar dalam sebuah pondok pesantren. Banyak aturan-aturan islam dan petuah-petuah Taikong (kyai) yang begitu hormat mereka patuhi. Hal itu juga yang membuat novel ini begitu kaya.

4. Kelebihan dan Kelemahan

1) Kelebihan

Banyak kelebihan-kelebihan yang didapatkan dalam novel ini. Mulai dari segi kekayaan bahasa hingga kekuatan alur yang mengajak pembaca masuk dalam cerita hingga merasakan tiap latar yang terdeskripsikan secara sempurna. Hal ini tak lepas dari kecerdasan penulis memainkan imajinasi berfikir yang dituangkan dengan bahasa-bahasa intelektual yang berkelas. Penulis juga menjelaskan tiap detail latar yang mem-background-i adegan demi adegan, sehingga pembaca selalu menantikan dan menerka-nerka setiap hal yang akan terjadi. Selain itu, kelebihan lain daripada novel ini yaitu kepandaian Andrea dalam mengeksplorasi karakter-karakter sehingga kesuksesan pembawaan yang melekat dalam karakter tersebut begitu kuat.

2) Kelemahan

Pada dasarnya novel ini hampir tiada kelemahan. Hal itu disebabkan karena penulis dengan cerdas dan apik menggambarkan keruntutan alur, deskripsi setting, dan eksplorasi kekuatan karakter. Baik ditinjau dari segi kebahasaan hingga sensasi yang dirasakan pembaca sepanjang cerita, novel ini dinilai cukup untuk mengobati keinginan pembaca yang haus akan novel yang bermutu.

SINOPSIS

Novel Sang Pemimpi menceritakan tentang sebuah kehidupan tiga orang anak Melayu Belitong yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh dengan tantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona sehingga kita akan percaya akan adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan kekuasaan Allah. Ikal, Arai, dan Jimbron berjuang demi menuntut ilmu di SMA Negeri Bukan Main yang jauh dari kampungnya. Mereka tinggal di salah satu los di pasar kumuh Magai Pulau Belitong bekerja sebagai kuli ngambat untuk tetap hidup sambil belajar.

Ada Pak Balia yang baik dan bijaksana, beliau seorang Kepala Sekola sekaligus mengajar kesusastraan di SMA Negeri Bukan Main, dalam novel ini juga ada Pak Mustar yang sangat antagonis dan ditakuti siswa, beliau berubah menjadi galak karena anak lelaki kesayangannya tidak diterima di SMA yang dirintisnya ini. Sebab NEM anaknya ini kurang 0,25 dari batas minimal. Bayangkan 0,25 syaratnya 42, NEM anaknya hanya 41,75.

Ikal, Arai, dan Jimbron pernah dihukum oleh Pak Mustar karena telah menonton film di bioskop dan peraturan ini larangan bagi siswa SMA Negeri Bukan Main. Pada apel Senin pagi mereka barisnya dipisahkan, dan mendapat hukuman berakting di lapangan sekolah serta membersihkan WC.

Ikal dan Arai bertalian darah. Nenek Arai adalah adik kandung kakek Ikal dari pihak ibu,ketika kelas 1 SD ibu Arai wafat dan ayahmya juga wafat ketika Arai kelas 3 sehingga di kampung Melayu disebut Simpai Keramat. Sedangkan Jimbron bicaranya gagap karena dulu bersama ayahnya.

Contoh Pembuatan Cover Makalah


TUGAS ANALISIS NOVEL

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dari Mata Kuliah Teori dan Sejarah Sastra Indonesia
Dosen: Drs. Akhmad Yazidi, M.Pd.


Contoh Pembuatan Cover Makalah

Disusun Oleh :

Ian Cahya                    ( 0371 10 306 )

Kelas / Semester  :   PGSD V / H

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2012

Makalah planet bumi dan bulan sebagai satelit bumi


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Bulan atau Luna adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.
Bulan berada dalam orbit sinkron dengan Bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan Bulan saja yang dapat diamati dari Bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya. Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.
Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusiailmuan menemukan bukti besar bahwa Bulan berasal dari tubrukan bumi dengan planet kecil yang bernama theira sekitar 3 milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling bumi dan akhirnya debu mengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak Bulan dengan Bumi sekarang. Dari hasil penelitian Bulan menjauh sekitar 3,8 cm per tahunnya.
Secara geologi, saat ini bulan dapat disebut mati karena hampir tidak adanya energi internalnya (hanya ada pemanasan radioaktif di lapisan luarnya). Tidak ada aktivitas gunung berapi, juga tidak ada pergeseran lempeng permukaannya seperti di bumi, karenanya tidak ada gempa atau pegunungan hasil lipatan lempeng (pegunungan yang ada hanya bagian tepi kawah.
  1. Rumusan Masalah
Penyusunan makalah yang kami susun dengan judul bulan sebagai satelit bumi, memuat permasalahan dan inti pokok sebagai berikut:
1.      Peristiwa rotasi dan revolusi bulan
2.       Gerhana
3.      Pengaruh rotasi dan revolusi bulan
4.      Penentuan kalender masehi dan hijriah


  1. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah tentang Bulan Sebagai Satelit Bumi adalah sebagai berikut:
1.      Agar kita sebagai mahasiswa dapat mengetahu hakikat kedudukan system bulan.
2.      Agar kita sebagai mahasiswa dapat mengajarkan kepada peserta didik di sekolah dasar tentang bagaimana kedudukan bulan.
3.      Sebagai bekal kita sebagai mahasiswa PGSD, untuk bahan melaksanakan pengajaran baik teori maupun dalam aplikasi pembelajaran.


BAB II
PEMBAHASAN
BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI

  1. PENGERTIAN BULAN
Bulan moon dalam bahasa inggris luna dalam bahasa romawi artemis dalam bahasa yunani adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki bumi. Jika dilihat dari posisinya bulan adalah benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan juga menjadi benda yang kedua yang paling terang setelah matahari dan satu-satunya permukaan benda langit yang diamati dengan mudah.
Bulan adalah bola batu raksasa yang mengitari bumi. Permukaannya gersang, dipenuhi kawah yang berasal dari ledakan meteorit miliaran tahun yang lalu. Bulan mungkin terbentuk saat planet lain bertubrukan dengan bumi muda. Pecahan batuan dari peristiwa itu muncul bersama dan membentuk bulan.
Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2% volume Bumi dan tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17% daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem Bumi – Bulan - Matahari bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari (periode sinodik).Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi.
  1. GERAK BULAN
Bulan mempunyai dua gerakan yang penting yaitu rotasi bulan dan revolusi bulan.
2.1     Rotasi Bulan
Adalah perputaran bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. dalam satu kali rotasi bulan memerlukan waktu sama dengan satu kali revolusinya mengelilingi bumi. Saat ini bulan berotasi setiap 27,3 hari sekali.
2.2     Revolusi Bulan
Adalah peredaran bulan mengelilingi bumi dari arah barat ke timur. Satu kali penuh revolusi bulan memerlukan waktu rata-rata 27,3 hari.
·         Revolusi Terhadap Planet Bumi
Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27,3 hari. Karena waktu rotasi dan revolusi bulan adalah sama, maka permukaan bulan yang terlihat dari bumi tidak berubah dari waktu ke waktu.
·         Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi
Bulan bersama-sama dengan planet bumi juga mengelilingi matahari. Seperti yang kita ketahui bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk beredar mengelilingi matahari adalah 365.25 hari. Begitupun revolusi bulan terhadap matahari bersama bumi juga 365,25 hari. Setiap empat tahun sekali kelebihan hari dibulatkan menjadi 366 hari atau disebut juga sebagai tahun kabisat.
Dalam sistem Matahari – Bumi – Bulan, revolusi Bumi mengelilingi Matahari, Bulan mengelilingi Bumi, dan rotasi ketiga benda tersebut berputar pada sumbu-sumbunya mempunyai arah yang sama. Revolusi Bulan mengelilingi Bumi dan keduanya bersama-sama mengelilingi Matahari  menyebabkan peristiwa gerhana dan pasang surut air laut.
  1. BAGIAN – BAGIAN BULAN
Menurut Dirdjosoemarto,S.,dkk. (1991: 405) permukaan Bulan terdiri dari
bagian-bagian yang disebut:
·         Terra, yaitu daerah terlihat terang, ditaburi kawah.
·         Marta, yaitu daerah gurun batuan gelap yang diselubungi lava basah, hanya sedikit terdapat kawah.
·         Lembah, terdapat banyak lembah sempit (riil) ada yang memanjang hingga 100 km.
·         Gunung, ada yang mencapai ketinggian 8.000 m.
·         Kawah, diduga jumlahnya mencapai 40.000 dengan diameternya antara 2 – 200km. Kawah ini kemungkinan berasal dari kegiatan vulkanis dan tumbukkan meteorit.
  1. FASE DAN ASPEK BULAN
Fase bulan adalah bentuk bulan yang selalu berubah-ubah dilihat dari bumi karena bagian bulan yang mendapat cahaya matahari berubah secara teratur. Pada suatu malam bulan tampak seperti sabit kecil, pada keesokan harinya sabit itu tampak lebih tebal dan terus bertambah  tebal, sehingga sehingga setelah enam hari bentuknya menjadi setengah lingkaran. Pada malam-malam berikutnya bulan tampak menjadi lebih besar dan pada akhirnya menjadi bulan penuh/bulan purnama. Tetapi setelah tampak sebagai bulan penuh, akan tampak mengecil lagi sampai berbentuk sabit.
Perubahan bentuk semu bulan berlangsung dalam satu bulan sinodik atau 29.5 hari.  Fase-fase bulan adalah:
a)         Fase Bulan Baru (bulan tidak nampak).
b)        Kuatrir Pertama 7 3/8 hari (bulan sabit).
c)         Bulan Purnama 14 3/4 hari (bulan penuh).
d)        Kuartir Ketiga 22 1/8 hari (bulan sabit).
e)         Kuartir ke empat 28 1/2 hari (menjadi bulan baru)
Sedangkan urut-urutan fase bulan dalam satu bulan sinodik adalah:
Bulan baru → sabit → bulan paruh ( perbani awal ) → bulan cembung ( benjol ) → bulan penuh ( purnama ) → benjol → perbani akhir → sabit → bulan baru lagi.



Aspek bulan adalah kedudukan bulan terhadap matahari dilihat dari bumi. Beberapa aspek bulan yang mudah dilihat:
a)         Aspek konjungsi
Konjungsi bulan yaitu kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi ialah bagian yang sedang gelap, sehingga tampak bulan tidak tampak dari bumi. Peristiwa ini berlangsung siang hari di bumi, saat aspek konjungsi terjadi gerhana matahari, karena cahaya matahari yang menuju bumi terhalang oleh bulan.
b)        Aspek oposisi
Oposisi bulan adalah kedudukan bulan berlawanan arah dengan kedudukan matahari dilihat dari bumi. Saat itu bulan terlihat sebagai bulan purnama. Peristiwa ini terjadi saat bulan terbit bersamaan dengan saat matahari terbenam. Pada aspek oposisi akan terjadi gerhana bulan, karena cahaya matahari yang menuju bulan terhalang bumi.
c)         Aspek Kuarter
Aspek kuarter yaitu pada saat bulan menempati kedudukan tegak lurus terhadap garis penghubung bumi-matahari, pada fase ini bulan menujukan fase perbani yaitu bulan yang terang hanya setengahnya. Dalam sebulan terjadi 2 kali kuartir bulan yaitu kuartir pertama (perbani awal) ketika bulan tambah besar. Sedangkan kuartir kedua (perbani akhir) ketika bulan tambah kecil dan terjadi 6 hari setelah purnama. Perbedaan kuartir pertama dan akhir adalah tempat yang terang, kuartir pertama bagian yang terang adalah barat sedangkan kuartir akhir adalah bagian bulan sebelah timur.

  1. KALENDER BULAN
Kalender Hijriah ditentukan berdasarkan kala revolusi Bulan terhadap Bumi. Sekali berevolusi terhadap bumi, bulan membutuhkan waktu selama 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik. Kala revolusi bulan terhadap bumi ini dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan tahun Hijriah atau Komariah. Jumlah hari pada setiap bulan di kalender Hijriah berselang-seling 30 dan 29 hari. Dengan demikian, satu bulan dibulatkan menjadi 29,5 hari. Akibat pembulatan ini, maka pada tahun Hijriah pun ada tahun kabisat yang jumlah harinya 355 hari. Dalam 30 tahun, terdapat 11 tahun kabisat. Satu tahun Hijriah lamanya 354 hari. Sedangkan satu tahun Masehi lamanya 365 hari. Oleh karena itu, tahun Hijriah lebih cepat 11 hari daripada tahun Masehi. Hal ini menyebabkan hari-hari besar bagi umat Islam selalu berubah-ubah lebih cepat 11 hari dari pada tahun sebelumnya pada kalender Masehi.
  1. GERHANA
Faktor Penyebab Terjadinya Gerhana adalah lintasan bulan saat revolusi mengelilingi bumi. Lintasan bulan mengelilingi bumi membentuk bidang yang tidak sebidang dengan ekliptika (bidang lintasan bumi mengelilingi matahari). Ada kalanya bulan bumi dan matahari terletak pada satu garis lurus, pada saat itulah terjadi gerhana.
1.         Gerhana Bulan
Bulan  berada  di  dalam  bayangan  Bumi,  yaitu  pada  kedudukan Matahari → Bumi → Bulan  terletak  pada  garis lurus.
Perhatikan gambar di bawah ini :




Gerhana bulan terjadi apabila bulan masuk ke dalam bayangan bumi inti (umbra) sehingga bulan tidak menerima cahaya matahari. Dari bumi kenampakan bulan mula-mula seluruhnya terang, kemudian pelan-pelan agak gelap, gelap semua. Pelan-pelan tampak kembali sampai kelihatan seluruhnya.
2.         Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi apabila posisi bulan berada di antara bumi dan matahari sehingga sebagian bumi tidak mendapatkan cahaya matahari (Matahari → Bulan → Bumi ).

Perhatikan gambar di bawah ini :




Bumi yang terkena umbra mengalami gerhana matahari total, sedangkan yang terkena penumbra mengalami gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari dibagi menjadi tiga jenis :
·      Gerhana matahari total Gerhana Matahari Total terjadi pada saat jarak Bulan – Matahari yang paling jauh  (563.319  km),  sehingga  bayangan  inti  Bulan  dapat  jatuh  di  Bumi.
·      Gerhana  Matahari  Partial  terjadi  pada  saat  Bulan  berada  pada  daerah bayanganpenumbra  sehingga  ada  bagian  Matahari  yang  terlihat  normal.
·      Gerhana Matahari Cincin terjadi kalau jarak Bulan mencapai jarak terjauh dari  Bumi  (405.530  km).

  1. Pengaruh Rotasi dan Revolusi Bulan
Rotasi bulan dan revolusi bulan mengakibatkan terjadinya pasang naik dan pasang surut air laut. Ketika pasang naik, permukaan air laut akan naik. Sebaliknya jika pasang surut, permukaan air laut akan turun. Pada saat bulan berevolusi terhadap bumi, air laut di bagian bumi yang menghadap bulan akan tertarik gravitasi bulan sehingga terjadi pasang naik. Sebaliknya, air laut di bagian bumi yang tidak menghadap bulan akan pasang surut.
Pasang surut umumnya terjadi dua kali dalam sehari yang di tengah laut juga dapat menyebabkan mengalirnya arus laut , yaitu dari daerah dimana sedang mengalami pasang (air laut naik) dan akan mengalir ke segala jurusan, sehingga air laut di sepanjang pantai itu terdesak dan naik maka terjadilah pasang. Kejadian pasang surut umumnya di pantai lepas (samudra), sehingga semalam itu terjadi dua kali pasang surut. Pasang mulai kira-kira pukul 12.00 siang dan pukul 24.00 malam, sedangkan surut mulai pukul 06.00 pagi dan pukul 18.00 sore.
Selain dari pasang surut yang biasa dan terjadi dua kali sehari, dapat terjadi pula pasang surut yang istimewa tinggi dan rendahnya.
1.      Pasang Purnama
Terjadi pada kedudukan bulan baru dan pada bulan purnama.
·         Bulan baru : Pada  kedudukan  ini  Bulan  dan  Matahari  berada  pada  kedudukan konjungsi  (searah),  sehingga  gaya  tariknya  saling  membantu  dan  saling memperkuat.
·         Bulan Purnama : Pada kedudukan ini, Bulan dan Matahari berada pada kedudukan oposisi (berlawanan/berhadap-hadapan).
2.      Pasang Mati
Terjadi  pada  kedudukan  bulan  pada  perempatan  awal  (PA)  dan perempatan  akhir  (PP),
Peristiwa pasang surut air laut bermanfaat untuk hal – hal sebagai berikut:
·         Pembuatan garam,
·         Persawahan Pasang Surut,
·         Berlayar atau berlabuhnya kapal di dermaga yang dangkal,
·         Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut (PLTPs)
·         Penggerak Generator Listrik, dsb









BAB III
KESIMPULAN

  1. Kesimpulan

Bulan moon dalam bahasa inggris luna dalam bahasa romawi artemis dalam bahasa yunani adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki bumi. Jika dilihat dari posisinya bulan adalah benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan juga menjadi benda yang kedua yang paling terang setelah matahari dan satu-satunya permukaan benda langit yang diamati dengan mudah.

2. Saran
Sebagai calon guru kita hendaknya mengetahui dan memahami benar tentang manfaat atau peran bulan sebagai satelit bumi.Karena dengan mempelajari materi ini kita dapat mengetahui tentang berbagai manfaat atau peran bulan sebagai satelit bumi yang tentunya sangat bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari.Contonya seperti:Penentuan kalender hijriah,kita dapat mengetahui pasang surut air laut dll.
selain itu dapat menambah wawasan kita agar dikemudian hari dapat diterapkan dan dipraktekan langsung bersama di depan siswa dalam suatu proses pembelajaran.
Demikianlah makalah yang kami buat tentang Bulan Sebagai Satelit Bumi. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, jika ada kesalahan dalam penulisan pada makalah ini mohon dimaafkan karena kami sebagai manusia tidak luput dari salah dan khilaf.